Kamis, 14 Januari 2010

Automatic Meter Reading (AMR)

Automatic Meter Reading (AMR)

Automatic Meter Reading (AMR) adalah sistem pembacaan meter jarak jauh secara otomatis, terpusat dan terintegrasi dari ruang kontrol melalui media komunikasi telepon publik (PSTN), telepon selular (GSM), PLC atau gelombang radio, menggunakan software tertentu tanpa terlebih dahulu melakukan pemanggilan (dial up) secara manual. Sistem AMR diterapkan pada pelanggan potensial dengan daya terpasang diatas 197 kVA.
Konfigurasi peralatan yang digunakan :
- meter elektronik atau figital yang dipasan di pelanggan
- modem dan saluran telepon
- komputer yang terdapat diruang kontrol

Dengan sistem AMR, pelanggan dapat mengetahui nilai dan karakteristik energi listrik yang dikonsumsi, sehingga dapat melakukan "energy management" untuk menghemat biaya listrik.

Keuntungan lain dalam penggunaan sistem AMR ini adalah :
- pencatatan meter lebih akurat
- proses penerbitan rekening lebih cepat
- penggunaan energi listrik dapat terpantau
- upaya peningkatan mutu pelayanan melalui data langsung penggunaan energi listrik yang dikonsumsi oleh pelanggan yang bersangkutan

Informasi lebih lengkap :http://www.pln-jp.co.id

Pasang Trafo

Reklamasi Minyak Trafo
Proses reklamasi minyak trafo yang paling efektif adalah yang dilakukan di site, baik dalam keadaan beroperasi (berbeban) maupun dalam keadaan tidak beroperasi. Peralatan untuk pekerjaan ini (fluidex oil reclamation) dirancang secara kompak, mobile dan dapat dioperasikan pada trafo yang sedang beroperasi serta dilengkapi juga dengan sebuah laboratorium pengujian. Safetydari trafo dan lingkungan (oil spilage) dikendalikan oleh sistem kontrol yang terpasang secara built-in pada peralatan.

Teknologi yang dipakai teknologi SD Myers USA, yang memanfaatkan hot oil untuk melarutkan sedimen dan sludge, baik yang mengendap ditangki, maupun yang melekat pada lilitan ataupun komponen lainnya. Semua kontaminan dalam minyak trafo (termasuk air) kemudian di-absorb melalui fullers earth (reactivated clay). Proses ini dilakukan secara terus menerus sampai minyak bersih seperti baru.

@sumber pln.co.id

Rabu, 13 Januari 2010

Dari mana datangnya Listrik ?


Sadarkah anda, setelah anda menekan saklar lampu ada sebuah sistem yang amat besar dan rumit yang sedang bekerja?

Secara sederhana skema penyaluran listrik di Indonesia dibagi menjadi 3 tahap. Secara berurutan 3 tahap tersebut adalah tahap pembangkitan, tahap transmisi atau penyaluran dan tahap distribusi. Melalui tahap distribusi listrik disalurkan ke pelanggan baik pelanggan bisnis, rumah tangga, sosial dan publik. Namun di balik skema sederhana itu ada sistem yang cukup rumit yang memerlukan penanganan dan perhatian serius.

Di Indonesia ada beberapa daerah yang telah memiliki sistem interkoneksi dalam proses penyediaan listrik. Interkoneksi adalah sebuah jaringan penghubung antar beberapa pemabangkit yang mensuplai pelanggan yang ada dalam system. Sistem interkoneksi dapat diibaratkan seperti ini. Ada satu pembangkit listrik besar yang menghasilkan listrik untuk disalurkan satu pelanggan. Jadi listrik yang kita nikamati saat ini tidak diketahui dari pembangkit mana berasal. Tentu saja sistem ini membutuhkan banyak jaringan untuk menyalurkan listriknya dan membutuhkan koordinasi karena berada dalam satu kesatuan.

Pada awalnya listrik dihasilkan oleh pembangkit listrik. Di atas telah disebutkan jika listrik sistem interkoneksi dipasok dari beberapa pembangkit. Pada sistem interkoneksi Jawa Madura Bali (Jamali) listrik dipasok dari banyak pembangkit. Pembangkit-pembangkit ini berupa PLTU (uap), PLTA (air), PLTD (diesel) dan PLTGU (gas, uap).

Daya listrik yang dihasilkan dari pembangkit-pembangkit ini harus mampu memenuhi beban listrik di wilayah Jawa, Madura, Bali dan bahkan harus menyimpan daya cadangan sebagai jika ada gangguan. Untuk diketahui beban puncak listrik Jawa Bali pada Sabtu 10 Oktober 2009 mencapai 15.860, 67 Megawatt (MW atau juta watt). Idealnya daya listrik yang dihasilkan oleh gabungan-gabungan pembangkit tersebut memiliki cadangan operasi sebesar 20%. Jadi suplai daya yang harus disediakan oleh system pembangkit untuk melayani bebaan puncak ini setidaknya adalah 19.825 MW.

Setelah dibangkitkan listrik kemudian disalurkan. Peran penyaluran ini dilakukan oleh PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (PLN P3B). Oleh PLN P3B listrik dari pembangkit-pembangkit disalurkan ke seluruh daerah.

Rumitnya sistem ini adalah bagaimana PLN P3B Jawa Bali harus mengoordinir seluruh pembangkit agar dapat mengantisipasi beban listrik di Jawa Bali. Apalagi jika ada pembangkit yang tidak bisa beroperasi secara optimal karena ada gangguan, PLN P3B harus mengurangi beban pembangkit itu untuk dipindahkan ke pembangkit lain. Pembangkit listrik dan PLN P3B bekerja 24 jam. Selain karena harus terus berkoordinasi, energi listrik juga tidak dapat disimpan dan harus bereaksi seketika. Tenaga listrik yang diproduksi pun harus selalu sama dengan tenaga listrik yang dipakai konsumen.

Faktor kerumitan lain yang harus diperhatikan adalah efisiensi. Prosentase terbesar energi primer yang dipakai pembangkit di Indonesia adalah minyak (solar). Padahal minyak berharga paling mahal dibandingkan energi primer lain. Untuk saat ini investasi dalam pembangunan pembangkit dengan energi terbarukan juga membutuhkan biaya yang amat mahal. Maka dari itu PLN P3B harus mengatur pembangkit yang berenergi primer bekerja secara penuh saat beban puncak saja.

Faktor perawatan juga harus menjadi perhatian. Di wilayah Jateng dan DIY, jaringan sistem interkoneksi Jamali terdiri atas Saluran Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) sepanjang 1156.2 km, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sepanjang sepanjang dan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) sepanjang 23,68 km. Ditambah dengan gardu induk, tower dan transformator dan PLN harus memastikan jaringan dan peralatan pendukungnya selalu berfungsi dengan baik untuk menjaga keandalan pasokan listrik ke pelanggan.

Setelah tahu rumitnya sistem penyaluran listrik di Indonesia, tak ada salahnya kan jika kita makin menghargai listrik yang kita pakai. Caranya mudah. Hematlah memakai listrik.


@pln.go.id

Program Kemitraan PT PLN (Persero) Distribusi Jateng dan DIY Bersinergi Menuju Kesejahteraan


Komitmen PT PLN (Persero) Distribusi Jateng dan DIY dalam membantu mengembangkan sektor ekonomi masyarakat tak perlu lagi diragukan. Lewat Program Kemitraan yang diusungnya, PLN Distribusi Jateng dan DIY bersinergi bersama mitra binaan untuk mengentaskan kemiskinan. Jejak rekam Program Kemitraan di PLN memiliki sejarah panjang. Bermula dari Surat Keputusan (SK) Pemerintah yang dikeluarkan tahun 1989. Kemudian secara efektif sejak tahun 1991, PLN melaksanakan pemberdayaan usaha kecil dan koperasi. Program tersebut bernama Pembinaan Pengusaha Ekonomi Lemah dan Koperasi (PPELK). Dalam melaksanakan program tersebut, PLN telah mendelegasikannya kepada seluruh unit administrasi yang tersebar di Indonesia. Dan agar pemberdayaan usaha kecil dan koperasi itu dapat lebih berdaya guna, maka PLN menerbitkan buku petunjuk pelaksanaan yang selalu diperbaharui. Selanjutnya, seiring bertambahnya dana pemberdayaan, maka bantuan yang diberikan bukan hanya bantuan modal kerja dan bantuan pelatihan, tapi juga bantuan pemasaran dengan status hibah. Kemudian, sejak tahun 1994 progrram PPELK itu berganti menjadi Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK). Dan sejak turunnya Keputusan Menteri (Kepmen) BUMN No 236 tahun 2003, maka program tersebut bermetamorfosa menjadi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Dalam Kepmen 236 itu disebutkan bahwa setiap BUMN wajib menyisihkan keuntungan untuk program kemitraan dan program bina lingkungan (community development). Program kemitraan dialokasikan satu persen sampai tiga persen dari laba bersih. Sementara program bina lingkungan yang bersifat hibah ditentukan maksimal satu persen. Peran Kemitraan PLN Program kemitraan PLN memiliki misi mulia. Yakni ikut mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Dengan begitu, diharapkan usaha kecil dan koperasi dapat menjadi tangguh dan mandiri sehingga ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat. Misi tersebut diupayakan melalui serangkaian langkah strategis yang dilakukan Program Kemitraan PLN Distribusi Jateng dan DIY. Di antaranya, untuk meningkatkan proses seleksi dan pengkajian, telah dilakukan koordinasi rutin dengan koordinator BUMN dan Departemen Koperasi. Selain itu, juga telah dibuat ringkasan peraturan persyaratan pemberian bantuan kemitraan. Dan juga sejak 1998, pelaksana distribusi telah mensosialisasikan persyaratan pemberian kemitraan ke unit. Langkah strategis program kemitraan lainnnya yaitu juga berperan dalam membangun citra perusahaan. Karena itu, setiap pemberian bantuan modal kerja, selalu disampaikan kepada calon mitra mengenai visi dan misi PLN, disamping juga meminta mitra agar ikut menjaga aset PLN. Sementara, untuk memperkecil tingkat kemacetan kredit, program Kemitraan PLN Distribusi Jateng dan DIY, mengupayakannya dengan meningkatkan frekuensi kunjungan ke mitra binaan. Pemberian motivasi kepada mitra binaan agar pantang menyerah dalam berusaha dirasa menjadi obat mujarab untuk memperkecil kemacetan kredit. Tentu dalam pelaksanaannya asas kekeluaragaan dikedepankan. Di samping itu, untuk memudahkan monitoring, juga telah dibuat kartu piutang mitra binaan setiap pengucuran bantuan pinjamn modal kerja. Langkah nyata Di samping sejumlah langkah strategis yang dilakukan, tahun 2006 lalu, PLN Distribusi Jateng dan DIY, telah melaksanakan sejumlah langkah nyata merangkul mitra binaan. Bantuan modal kerja dan investasi sebesar Rp 1,8 milyar telah digelontorkan ke 134 mitra binaan. Bantuan tersebut terbagi untutk wilayah Jateng sebesar Rp 1,3 milyar dan untuk wilayah DI Yogyakarta sebesar Rp 500 juta. Selain bantuan modal kerja dan investasi, Program kemitraan PLN Distribusi jateng dan DIY juga menyalurkan dan hibah. Sampai Desember 2006 lalu, sejumlah program dengan dana hibah telah terealisasi. Program-program yang telah terealisasi itu antara lain, di bidang managerial telah dilakukan Pelatihan Pembukuan, Perpajakan, dan Ekspor. Pelatihan yang bekerjasama dengan LPM IPKKI Solo itu diikuti 30 mitra binaan di APJ Surakarta selama empat hari (25 – 29 April 2006). Di samping itu juga telah dilakukan peningkatan sumber daya internal SDM melalui pelatihan laptop. Dan pada 13 sampai 15 Juni 2006 lalu juga telah dilaksanakan Pelatihan Teknik Negosiasi dan Kontrak Dagang Ekspor. Pelatihan yang bekerjasama dengan PPEI Jakarta tersebut diikuti mitra-mitra binaan seperti Purnia Jati (Industri Mebel di Sragen), Yuono Jati (Industri Mebel di Sragen), Jati Teken (Industri Mebel di Sukoharjo), Jat’s Handicraft (Kerjainan Perak di Yogya), dan Sudikan (internal SDM). Gencarkan Promosi Sementara, untuk bidang pemasaran (promosi), program kemitraan PLN Distribusi Jateng dan DIY cukup gencar melakukannya. Tahun 2006 lalu, ada sembilan pameran yang diikuti mitra binaan. Pertama, Pameran Inacraft 2006 yang berlangsung 19 -23 April 2006. Dalam pameran yang digelar di JCC Jakarta tersebut, PLN Distribusi Jateng dan DIY mengikutsertakan dua mitra binaannya, Kusuma Citra Mandiri (Bantul) dan Exis Purwanti (Yogya). Kedua, Pameran Gelar Produk Indonesia yang juga diadakan di JCC Jakarta. Dalam pameran itu, Bayu Kartika Aji dari Sukoharjo yang menjadi duta mitra binaan PLN Distribusi Jateng dan DIY. Ketiga, Pameran Produk Mitra Binaan dalam Rangka Raker PT PLN (Persero). Acara yang dilangsungkan di Pandaan (Jatim) itu diikuti Jat’s Handicraft dari Yogya. Keempat, dalam Pameran Hari Koperasi Nasional di Pekalongan (11-15 Juli 2006), mitra binaan Fita Sport (industri pakaian olahraga di Semarang) ikut berpartispasi. Kelima, pada pameran Texcraft (5-9 Juli 2006) di JEC Yogya, mitra binaan Purnia Jati (industri mebel dari Sragen) ikut meramaikannya. Keenam, Pameran Solo Festival Smesco (7 – 11 September 2006) di Gedung Graha Wisata Surakarta mengikutsertakan mitra binaan Asri Art (industri handycraft dari Grobogan). Ketujuh, pada Pasar Murah Rakyat Jateng yang berlangsung di Gedung Berlian (16 – 18 Oktober 2006), mitra Anugerah (industri roti dan kue) dan Richanah (industri garmen) ikut berperan-serta. Kedelapan, dalam Bazar BUMN Peduli Masyarakat Jateng (13 -15 Oktober 2006), mitra Aji Pancasona (sembako) dan HM Thamrin (industri gramen) ikut memeriahkannya. Dan pameran terakhir yang diikuti mitra binaan PLN Distribusi Jateng dan DIY adalah pada Pameran Berlin Import Shop di Jerman (15 – 19 November 2006). Dalam pameran tersebut, Program Kemitraan PLN Distribusi Jateng dan DIY mengeluarkan dana lebih dari Rp 90 juta untuk membiayai Jat’s Handicraft (Yogyakarta). Menggelembung Rp 42,3 milyar Dana awal program kemitraan PLN Distribusi Jateng dan DIY berasal dari dropping dana dari Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben) pada tahun 1991-1992. Jumlahnya waktu itu hanya Rp 77 juta. Setahun kemudian, Mentamben kembali men-dropping dana sebesar Rp 1,4 milyar. Dropping dana itu terus berlanjut setiap tahunnya, Rp 1,6 milyar (tahun 1993-1994), Rp 2,5 milyar (1994-1995), Rp 2,7 milyar (1995), dan Rp 3 milyar (1996). Dropping dana itu dilanjutkan PLN Kantor Pusat sebesar Rp 1,2 milyar (1997) dan Rp 3,1 milyar (1998). Kemudian pada 1999, terdapat pelimpahan dari unit lain berupa nilai kontrak dan sebagian dropping sebesar Rp 1,6 milyar. Dari berbagai upaya yang telah dilakukan itu, Program Kemitraan PLN Distribusi Jateng dan DIY cukup berhasil mengelola dana tersebut. Terbukti, dari dana dropping sebesar Rp 17.378.497.985 pada 1999, kini telah menggelembung menjadi sekitar Rp 42,3 milyar. Dari jumlah itu, sebanyak 5.398 mitra binaan yang telah menikmati manfaatnya. Sinergi PLN dan mitra binaannya itu telah berkontribusi konkret dalam membantu pemerintah memberantas kemiskinan. Untuk menuju kesejahteraan bangsa yang menjadi idaman bersama.


@pln.go.id

Pembayaran Listrik On Line: Pembayaran Listrik On Line

Pembayaran Listrik On Line: Pembayaran Listrik On Line

Kamis, 07 Januari 2010

Pembayaran Listrik On Line

Sekarang anda bisa lebih mudah untuk membayar listrik, dimanapun anda dan kapan pun, asal jangan sampai anda lewat batas waktu yang ditentukan!dengan listrik dunia kita bisa terang@


Blogspot Template by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Lincah.Com - Bugatti Cars